fbpx

Wisata Populer gunung Kidul Yogyakarta

Kontak Whatsapp Mbak Yenny →
Wisata Populer gunung Kidul Yogyakarta – Deskripsi: Terimakasih PKBM KARISMA Salatiga atas kepercayaannya menggunakan Telamas Tour & Travel, Sampai jumpa di trip berikutnya. Candi Plaosan, Taman Pintar, Puncak Becici, Pantai Kukup, Pantai Mesra.
Sabtu 19 Desember 2020 Bersama PKBM KARISMA Trip to Yogyakarta.

CANDI PLAOSAN

Candi ini terletak kira – kira satu kilometer ke arah timur laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan. Beralamatkan di Jalan Candi Plaosan, Plaosan Lor, Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57454. Buka mulai jam 08.00 – 17.00.

Candi Plaosan adalah sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan,  Klaten, Propinsi Jawa Tengah Indonesia.

Candi ini terbagi menjadi 2 yaitu Candi Ploasan Lor ( Utara ) dan Candi Plaosan Kidul ( Selatan ). Pahatan yang terdapat di Candi Plaosan sangat halus dan rinci mirip dengan yang terdapat di Candi Borobudur, Candi sewu, dan Candi Sari.

Candi Plaosan yang merupakan candi Buddha ini oleh para ahli di perkirakan di bangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan. Mulai Kerajaan Mataram Hindu, yaitu pada awal abad ke-9 M. Salah satu pakar yang mendukung pendapat itu adalah De Casparis yang berpegang pada isi Prasasti Cri Kahulunan (842 M).

Dalam prasasti tersebut dinyatakan bahwa Candi Plaosan Lor di bangun oleh Ratu Sri Kahulunan, dengan dukungan suaminya. Menurut De Casparis, Sri Kahulunan adalah gelar Pramodhawardani, putri Raja Samarattungga dari Wangsa Syailendra.

Sang Putri, yang memeluk agama Buddha, menikah dengan Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya, yang memeluk agama Hindu.

Pendapat lain mengenai pembangunan Candi Plaosan ialah bahwa candi tersebut dibangun sebelum masa pemerintahan Rakai Pikatan. Menurut Anggraeni, yang dimaksud dengan Sri Kahulunan adalah ibu Rakai Garung yang memerintah Mataram sebelum Rakai Pikatan.

Masa pemerintahan Rakai Pikatan terlalu singkat untuk dapat membangun candi sebesar Candi Plaosan. Rakai Pikatan membangun candi perwara setelah masa pembangunan candi utamanya.

Pada bulan Oktober 2003 di kompleks dekat Candi Perwara di kompleks Candi Plaosan Kidul di temukan sebuah prasasti. Yang diperkirakan berasal dari abad ke-9 M. Prasasti yang terbuat dari lempengan emas berukuran 18,5 X 2,2 cm. tersebut berisi tulisan dalam bahasa Sansekerta yang ditulis menggunakan huruf Jawa Kuno.

Plaosan Lor

Isi prasasti masih belum diketahui, namun menurut Tjahjono Prasodjo, epigraf yang ditugasi membaca. Prasasti tersebut menguatkan dugaan bahwa Candi Plaosan dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.

Candi Plaosan Lor merupakan sebuah kompleks percandian yang luas. Di depan (barat) kompleks Plaosan Lor terdapat dua pasang arca Dwarapala yang saling berhadapan. Sepasang terletak di pintu masuk utara dan sepasang di pintu masuk selatan.

Masing-masing arca setinggi manusia ini berada dalam posisi duduk di atas kaki kanannya yang terlipat dengan kaki kiri ditekuk di depan tubuh. Tangan kanannya memegang gada, sedangkan tangan kiri tertumpang di atas lutut kiri.

Di pelataran utara terdapat teras batu berbentuk persegi yang dikelilingi oleh deretan umpak batu. Diduga teras batu tersebut merupakan tempat meletakkan sesajian. Konon di atas teras tersebut tadinya terdapat bangunan dari kayu, sedangkan di atas masing-masing umpak tadinya terdapat sebuah arca Dhyani Buddha.

Teras yang serupa namun berukuran lebih kecil terdapat juga di selatan kompleks Candi Plaosan Lor. Di pelataran utara kompleks Candi Plaosan juga terdapat 6 buah stupa besar.

Di pusat kompleks Candi Plaosan Lor terdapat dua bangunan bertingkat dua yang merupakan candi utama. Kedua bangunan tersebut menghadap ke barat dan masing-masing dikelilingi oleh pagar batu.

Dinding batu yang memagari masing-masing candi utama dikelilingi oleh candi perwara yang semula berjumlah 174, terdiri atas 58 candi kecil berdenah dasar persegi dan 116 bangunan berbentuk stupa.

Candi Utara & Candi Selatan

Tujuh candi berbaris di masing-masing sisi utara dan selatan setiap candi utama. 19 candi berbaris sebelah timur atau belakang kedua candi utama, sedangkan 17 candi lagi berbaris di depan kedua candi utama. Hampir semua candi perwara tersebut saat ini dalam keadaan hancur.

Di setiap sudut barisan candi perwara masih terdapat sebuah candi kecil lagi yang dikelilingi oleh dua barisan umpak yang juga diselingi dengan sebuah candi kecil lagi di setiap sudutnya.

Di sisi barat pagar batu yang mengelilingi masing-masing bangunan utama terdapat sebuah gerbang berupa gapura paduraksa, dengan atap yang dihiasi deretan mahkota kecil. Puncak atap gapura berbentuk persegi dengan mahkota kecil di atasnya.

Masing-masing bangunan candi utama berdiri di atas kaki setinggi sekitar 60 cm tanpa selasar yang mengelilingi tubuhnya. Tangga menuju pintu dilengkapi dengan pipi tangga yang memiliki hiasan kepala naga di pangkalnya. Bingkai pintu dihiasi pahatan bermotif bunga dan sulur-suluran.

Di atas ambang pintu terdapat hiasan kepala Kala tanpa rahang bawah. Sepanjang dinding luar tubuh kedua candi utama dihiasi oleh relief yang menggambarkan laki-laki dan perempuan yang sedang berdiri dalam ukuran yang mendekati ukuran manusia sesungguhnya.

Relief pada dinding candi yang di selatan menggambarkan laki-laki, sedangkan pada candi yang di utara menggambarkan perempuan. Bagian dalam kedua bangunan utama terbagi menjadi enam ruangan, tiga ruangan terletak di bawah, sedangkan tiga ruangan lainnya terletak di tingkat dua.

Lantai papan yang membatasi kedua tingkat saat ini sudah tidak ada lagi, namun pada dinding masih terlihat alur bekas tempat memasang lantai.

Di ruang tengah terdapat 3 arca Buddha duduk berderet di atas padadmasana menghadap pintu, namun arca Buddha yang berada di tengah sudah raib. Pada dinding di kiri dan kanan ruangan terdapat relung yang tampaknya merupakan tempat meletakkan penerangan. Relung tersebut diapit oleh relief Kuwera dan Hariti.

Plaosan Kidul

Di kiri dan kanan, dekat pintu utama, terdapat pintu penghubung ke ruangan samping. Susunan di kedua ruangan bawah lainnya, baik di bangunan utara maupun di bangunan selatan, mirip dengan susunan di ruang tengah. Di sisi timur terdapat 3 arca Buddha duduk berderet di atas padadmasana menghadap ke barat. Arca Buddha yang berada di tengah juga sudah raib.

Candi Plaosan Kidul terletak di selatan Candi Plaosan Lor, terpisah oleh jalan raya. Bila di kompleks Palosan Lor kedua candi utamanya masih berdiri dengan megah, di kompleks Candi Plaosan Kidul candi utamanya sudah tinggal reruntuhan. Yang masih berdiri hanyalah beberapa candi perwara. ( Sumber : Perpustakaan Nasional Indonesia )

TAMAN PINTAR

Taman Pintar Yogyakarta adalah wahana wisata yang terdapat di Pusat Kota Yogyakarta atau tepatnya di Jalan Panembahan Senopati No. 1-3, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, DIY 55122. Di kawasan Benteng Vredeburg. Konsep Taman ini memadukan tempat wisata rekreasi maupun edukasi dalam satu lokasi. Untuk jam layanan mulai dari jam 08.00 – 16.00 ( Hari senin tutup ).

Disebut “Taman Pintar”, karena di kawasan ini nantinya para siswa, mulai pra sekolah sampai sekolah menengah bisa dengan leluasa memperdalam pemahaman soal materi-materi pelajaran yang telah diterima di sekolah dan sekaligus berekreasi.

Target Pembangunan Taman Pintar adalah memperkenalkan science kepada siswa mulai dari dini sedangkan harapan lebih luas kreatifitas anak didik terus diasah. Sehingga bangsa Indonesia tidak hanya menjadi sasaran eksploitasi pasar teknologi belaka, akan tetapi juga berusaha untuk dapat menciptakan teknologi sendiri.

Bangunan Taman Pintar ini dibangun di eks kawasan Shopping Center, dengan pertimbangan tetap adanya keterkaitan yang erat antara Taman Pintar dengan fungsi dan kegiatan bangunan yang ada di sekitarnya, seperti Taman Budaya, Benteng Vredeburg, Societiet Militer dan Gedung Agung.

Relokasi Taman Pintar

Relokasi area mulai di lakukan pada tahun 2004, di lanjutkan dengan tahapan pembangunan Tahap I adalah Playground dan Gedung PAUD Barat serta PAUD Timur, yang diresmikan dalam Soft Opening I tanggal 20 Mei 2006 oleh Mendiknas, Bambang Soedibyo.

Pembangunan Tahap II adalah Gedung Oval lantai I dan II serta Gedung Kotak lantai I, yang diresmikan dalam Soft Opening II tanggal 9 Juni 2007 oleh Mendiknas, Bambang Soedibyo, bersama Menristek, Kusmayanto Kadiman, serta di hadiri oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Pembangunan Tahap III adalah Gedung Kotak lantai II dan III, Tapak Presiden dan Gedung Memorabilia. ( sumber : web taman pintar )

Tujuan :

  • Menyediakan sarana pembelajaran sains bagi siswa yang mendukung kurikulum pendidikan.
  • Memotivasi anak dan generasi muda untuk mencintai sains
  • Membantu guru dalam mengembangkan pengajaran di bidang sains
  • Memberi alternatif wisata sains

PUNCAK BECICI

Puncak Pinus Becici atau Puncak Becici merupakan objek wisata yang berada di Gunungcilik rt 07 rw 02, Gn cilik, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DIY 55783. Buka mulai 07.00 – 23.00 WIB dengan tiket masuk 3000 ribu rupiah.

PANTAI KUKUP dan PANTAI MESRA

Our partner product
Recent Posts
kanaka selaras network
jasa instalasi listrik panggilan semarang
gada utama
Try Any Product
×

Hello!

Selamat datang kak.

× Klik WA Ku